Provinsi Riau memiliki potensi alam yang sangat besar dengan kawasan hutan seluas 5,4 juta hektare dan lahan gambut mencapai 4,9 juta hektare. Kawasan ini memegang peran strategis dalam mitigasi iklim global. Namun, tantangan berat masih membayangi, seperti laju deforestasi sebesar 2,8 juta hektare selama periode 1990–2020, degradasi gambut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang, konflik tenurial, serta eksploitasi sumber daya alam di ekosistem gambut, mangrove, dan wilayah perbatasan.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, Pemerintah bersama UNEP meluncurkan GREEN for Riau Initiative pada 8 Mei 2025. Inisiatif ini merupakan program konservasi hutan dan gambut tingkat provinsi yang bertujuan menurunkan emisi, memberdayakan masyarakat, serta membuka akses pembiayaan internasional melalui skema REDD+. Apresiasi tinggi datang dari Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Sumberdaya manusia Kemenhut bahwa bahwa "Riau berani memulai dan menginisiasi program ini”. Niat yang baik harus dimulai dengan keberanian untuk berubah yang dalam hal in dalam rangka mengadopsi standar pasar karbon hutan global berintegritas tinggi."
Dalam rangka berbagi pengetahuan dan praktik melalui Inisiatif tersebut, Balai Pendidikan dan Latihan Sumber Daya Manusia (BDLSDM) Kementerian Kehutanan menyelenggarakan diskusi daring bertema “Tata Kelola REDD+ Riau Melalui Implementasi GREEN for Riau Initiative” pada Jumat, 27 Maret 2026. Kegiatan ini mendatangkan narasumber Danang K. S. dari Koordinator Provinsi Program REDD+ Riau melalui fasilitasi UN REDD Programme (UNEP dan FAO) yang berlangsung pukul 08.00–10.00 WIB melalui platform Zoom Meeting ini yang secara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Kehutanan. Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dan penerapan tata kelola REDD+ di Riau, berbagi pengalaman dan praktik terbaik (best practice), serta mendorong kolaborasi lintas pihak dalam implementasi inisiatif strategis tersebut.
Kegiatan daring ini diikuti oleh lebih dari 600 (enam ratus) orang peserta, yang terdiri atas Widyaiswara di lingkungan Kementerian Kehutanan, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Kehutanan, ASN Pemerintah Daerah, para dosen, serta para pihak lain yang berminat dengan Program REDD+. Tingginya jumlah peserta ini mengindikasikan keingin-tahuan yang kuat dari berbagai kalangan terhadap pendekatan REDD+ yang sedang menjadi perhatian saat ini, khususnya di kalangan pemerhati lingkungan baik di daerah maupun di lingkungan Kementerian Kehutanan.
Agenda ini diharapkan mampu memberikan wawasan komprehensif mengenai bagaimana tata kelola REDD+ Riau dijalankan secara konkret melalui GREEN for Riau Initiative, sekaligus menjawab rasa ingin tahu tersebut dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk mendukung pencapaian target pengurangan emisi serta pelestarian lingkungan di Provinsi Riau.
