Kebijakan dan Perencanaan
Danang Kabul Sukresno, Koordinator Provinsi
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan mendukung koordinasi dan penguatan tata kelola multipihak pada fase kesiapan implementasi, termasuk pembentukan forum koordinasi, integrasi program ke dokumen perencanaan daerah, serta pengembangan strategi MRV, pendanaan, dan kemitraan di tingkat provinsi. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Riau serta aktif dalam Tim REDD+ Riau dan penyusunan dokumen FOLU Net Sink 2030, dengan pengalaman panjang dalam perencanaan kehutanan, tata kelola kawasan hutan, dan pengurangan emisi berbasis yurisdiksi.
Prof. Dr. Suwondo, Tenaga Ahli Mitigation Action Plan (MAP)
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan dalam penyusunan strategi mitigasi berbasis kajian ilmiah, integrasi inventarisasi dan penurunan emisi GRK ke dalam dokumen perencanaan daerah, serta penguatan kerangka KLHS, RAD-GRK, dan sistem MRV untuk mendukung implementasi REDD+ di tingkat provinsi. Dengan pengalaman panjang sebagai Koordinator Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Riau serta keterlibatan luas dalam penyusunan KLHS, inventarisasi GRK, AMDAL, dan perencanaan pembangunan berkelanjutan di Riau, ia memiliki rekam jejak kuat dalam pengelolaan lahan gambut, pencegahan karhutla, dan perumusan kebijakan mitigasi perubahan iklim berbasis sains.
Rizky Rachmawati, Wakil Koordinator Tim Koordinasi Pelaksanaan GREEN for Riau Initiative
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan sebagai wakil koordinator tim koordinasi pelaksanaan inisiatif serta mendukung penguatan perencanaan dan penganggaran daerah melalui pengembangan kerangka budget tagging serta integrasi aksi REDD+ ke dalam dokumen perencanaan daerah (RPJMD/RKPD) dan STRADA di Provinsi Riau. Ia menjabat sebagai Senior Planner/Team Leader di Bappeda Provinsi Riau dan anggota Tim Safeguard REDD+ Riau, dengan pengalaman mengoordinasikan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta integrasi KLHS dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Miranty Magetsari, Tenaga Ahli Institutional Strengthening
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan mendukung penguatan kelembagaan dan koordinasi lintas kelompok kerja REDD+ di Provinsi Riau, termasuk melalui pemetaan pemangku kepentingan, fasilitasi FGD, serta penyusunan strategi pengembangan kapasitas dan tata kelola yang inklusif dan terintegrasi. Sebelumnya, ia berpengalaman sebagai Asesor Social HCV, Asesor Verifikasi FPIC, dan konsultan pengembangan sistem manajemen keberlanjutan serta restrukturisasi organisasi, dengan fokus pada penguatan tata kelola, sistem manajemen, dan kepatuhan standar keberlanjutan di berbagai sektor.
Dr. Andreas A. Hutahaean, Tenaga Ahli Policy and Legal
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan untuk memimpin telaah dan harmonisasi kerangka hukum REDD+, penyusunan instrumen regulasi daerah (Perda, Pergub, MoU), serta pemberian advis hukum terkait hak karbon, benefit-sharing, kepatuhan safeguards, dan percepatan persetujuan TREES Concept agar selaras dengan regulasi nasional dan standar internasional seperti ART-TREES dan Pasal 6 Paris Agreement. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam tata kelola iklim, carbon pricing, FOLU, dan perundingan internasional (UNFCCC, G20, ASEAN), serta rekam jejak dalam pengembangan kebijakan pasar karbon dan kerangka MRV berbasis sains, ia memiliki kapasitas kuat dalam memastikan kepastian hukum, mitigasi risiko regulasi, dan penguatan kepercayaan investor dalam implementasi REDD+.
Safeguards dan Sosial
Irfan Kemal Putra, Tenaga Ahli Safeguards
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan mendukung pengembangan dan operasionalisasi kerangka safeguards sosial dan lingkungan yang selaras dengan SIS-REDD+ dan standar ART-TREES, termasuk melalui analisis kesenjangan, penyusunan dokumen safeguards, serta fasilitasi konsultasi multipihak. Sebelumnya, ia berpengalaman sebagai UNEP Provincial Safeguards Consultant di Riau dan Social Safeguards and Gender Mainstreaming Specialist FOLU-NC1, dengan fokus pada penguatan arsitektur safeguards, penyusunan prosedur, serta pengawasan implementasi standar lingkungan dan sosial di tingkat nasional dan subnasional.
Dzul Afifah Arifin, M.Sc., Tenaga Ahli GEDSI
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan untuk mendukung pelaksanaan analisis gender, penyusunan Gender Action Plan dan strategi GEDSI, serta integrasi indikator terpilah gender ke dalam sistem MRV dan safeguards (SIS-REDD+ dan ART-TREES), termasuk melalui konsultasi multipihak dan penguatan kapasitas kelembagaan. Dengan pengalaman lebih dari 13 tahun bersama UNDP, UN Women, UNODC, FAO, dan Indonesia Environmental Fund dalam pengarusutamaan gender, monitoring–evaluasi, serta pelaporan program iklim dan kehutanan, ia memiliki rekam jejak kuat dalam memastikan kepatuhan terhadap standar gender nasional dan internasional serta mendorong tata kelola REDD+ yang inklusif dan berkeadilan.
Harry Oktavian, Tenaga Ahli Stakeholder Engagement and Community Development
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan untuk melakukan pemetaan dan menyusun strategi pelibatan pemangku kepentingan, fasilitasi dialog multipihak, perencanaan pembangunan partisipatif, serta implementasi dan dokumentasi FPIC dan safeguards sosial sesuai standar SIS-REDD+ dan CCB. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade dalam advokasi tata kelola hutan, mediasi konflik sumber daya alam, penguatan kelembagaan masyarakat, serta kepemimpinan forum multipihak di Riau, ia memiliki rekam jejak kuat dalam membangun kemitraan yang inklusif, memperkuat kapasitas komunitas, dan memastikan integrasi kepentingan masyarakat dalam kebijakan kehutanan dan iklim.
Himyul Wahyudi, S.E., Tenaga Ahli Indigenous Peoples and Local Communities (IP/LC)
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan untuk mendukung identifikasi dan pemetaan wilayah adat, fasilitasi proses FPIC yang sesuai standar SIS-REDD+ dan ART-TREES, serta penguatan kelembagaan dan partisipasi masyarakat adat dalam tata kelola REDD+. Dengan pengalaman panjang di AMAN Kampar dalam advokasi pengakuan masyarakat adat, percepatan hutan adat, registrasi wilayah adat melalui BRWA, serta pemetaan partisipatif dan penguatan kapasitas komunitas, ia memiliki rekam jejak kuat dalam memastikan perlindungan hak ulayat dan keterlibatan bermakna masyarakat adat dalam kebijakan kehutanan dan iklim.
Dr. Ir. Wiratno, M.Sc, Tenaga Ahli Conflict Resolution
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan memimpin pemetaan risiko konflik, fasilitasi mediasi multipihak, serta penguatan kapasitas penyelesaian sengketa tenurial dan tata kelola sumber daya alam agar selaras dengan SIS-REDD+, ART-TREES, FPIC, dan regulasi kehutanan nasional. Dengan pengalaman panjang sebagai Direktur Jenderal KSDAE, Direktur Bina Perhutanan Sosial, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Restorasi dan Kemitraan Konservasi, ia memiliki rekam jejak kuat dalam pendekatan kolaboratif, transformasi kelembagaan, dan resolusi konflik berbasis kemitraan dalam pengelolaan kawasan konservasi dan perhutanan sosial di Indonesia.
Anwar Rosyadi, Tenaga Ahli Grievance Mechanism
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan merancang dan mengoperasionalkan mekanisme pengaduan berjenjang (GRM), menyusun SOP dan perangkat penanganan kasus, serta memfasilitasi mediasi konflik tenurial dan sumber daya alam agar selaras dengan SIS-REDD+, ART-TREES, dan regulasi nasional. Dengan latar belakang kehutanan IPB dan pengalaman luas sebagai Project Manager dalam proyek karbon, inventarisasi hutan, rehabilitasi lahan, serta penyusunan sistem whistleblowing dan responsif gender, ia memiliki rekam jejak kuat dalam pengelolaan konflik, penguatan akuntabilitas, dan peningkatan kepatuhan safeguards dalam program berbasis iklim dan kehutanan.
Susanto Kurniawan, Tenaga Ahli Social Forestry Policy and Partnership
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan untuk mendukung integrasi kebijakan Perhutanan Sosial ke dalam strategi JREDD+, termasuk fasilitasi perizinan, penguatan kelembagaan kelompok hutan desa dan skema HKm/HD/HA/HTR/Kemitraan, serta pengembangan model penghidupan berkelanjutan yang selaras dengan FOLU Net Sink 2030. Dengan pengalaman panjang dalam advokasi tata kelola hutan, pendampingan masyarakat, koordinasi multipihak, serta keterlibatan dalam forum nasional dan internasional terkait perubahan iklim dan penyelamatan bentang alam di Riau, ia memiliki rekam jejak kuat dalam mendorong pengakuan hak kelola masyarakat, penguatan kapasitas komunitas, dan kemitraan kebijakan berbasis lanskap.
Rahmaidi Azani, Tenaga Ahli Social Forestry Technical and Knowledge
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan untuk mendukung fasilitasi perizinan Perhutanan Sosial, pemetaan partisipatif berbasis GIS dan drone, penguatan kelembagaan kelompok kelola hutan desa, serta integrasi data sosial–spasial ke dalam sistem perencanaan, MRV, dan safeguards JREDD+. Dengan pengalaman luas dalam pemantauan tata kelola hutan, penyelesaian konflik tenurial, penyusunan usulan Hutan Desa, serta pengembangan basis data dan analisis spasial di berbagai lanskap prioritas Riau, ia memiliki rekam jejak kuat dalam memperkuat aspek teknis, pengetahuan lapangan, dan akuntabilitas implementasi Perhutanan Sosial dalam kerangka REDD+.
Dr. Rosmalinda, Tenaga Ahli Human Rights
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan memimpin uji tuntas dan analisis risiko hak asasi manusia, penyusunan rencana mitigasi dan protokol perlindungan non-militeristik, serta integrasi indikator HAM ke dalam sistem safeguards, FPIC, dan mekanisme pengaduan untuk memastikan kepatuhan terhadap SIS-REDD+ dan standar internasional. Dengan latar belakang doktor hukum internasional dan pengalaman riset luas terkait hak anak, pengungsi, perlindungan kelompok rentan, serta tata kelola hukum dan lingkungan, ia memiliki rekam jejak kuat dalam memperkuat pendekatan berbasis hak, resolusi konflik, dan akuntabilitas kelembagaan dalam konteks pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam.
MRV dan BSP
Muis Fajar, Tenaga Ahli Nesting Development & REDD+ Governance
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan mendukung pengembangan pendekatan nesting dan penguatan tata kelola REDD+ di Provinsi Riau, termasuk melalui fasilitasi dialog multipihak, analisis kesenjangan proyek karbon, serta penyusunan kerangka identifikasi kredit JREDD+ yang selaras dengan sistem nasional (SRN, FREL/FRL) dan pasar karbon. Sebelumnya, ia berpengalaman sebagai Social and Environmental Safeguard Manager di Indonesia Infrastructure Finance serta Spatial and Safeguard Expert pada berbagai proyek karbon dan DRAM-SRN, dengan keahlian dalam analisis spasial, pengembangan sistem safeguards, dan kepatuhan terhadap standar internasional (IFC, ADB, World Bank).
Dr. Arief Darmawan, MRV Expert (FAO)
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, Ia berperan dalam mendukung pengembangan sub-national Forest Reference Emission Level (FREL) serta sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV) di Provinsi Riau sebagai bagian dari persiapan implementasi REDD+ yurisdiksional. Ia memiliki pengalaman panjang dalam isu kehutanan, perubahan penggunaan lahan, dan perubahan iklim, khususnya pada pemantauan hutan tropis, akuntansi karbon hutan, serta estimasi emisi GRK sektor kehutanan dan lahan. Ia juga terlibat dalam pengembangan Forest Reference Level (FRL) 2 dan FREL 1 Indonesia, pengembangan sistem MRV di tingkat nasional dan sub-nasional, serta mendukung pelaporan perubahan iklim Indonesia dalam kerangka UNFCCC. Saat ini, ia merupakan dosen di Jurusan Kehutanan, Universitas Lampung.
Dr. Wahyu Catur Adinugroho, FAO
Wahyu Catur Adinugroho adalah Peneliti Utama di Pusat Riset Ekologi, BRIN, dengan keahlian dalam biometrika hutan, penilaian karbon, dan penghitungan emisi GRK sektor FOLU. Ia berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam pengembangan MRV/REDD+, INCAS, serta FREL nasional, dan merupakan anggota Tim MRV serta Panel Metodologi Penghitungan Emisi GRK KLH RI. Dalam GREEN for Riau Initiative, ia turut mendukung pengembangan FREL sub-nasional pada ekosistem gambut sebagai bagian dari persiapan implementasi REDD+ yurisdiksional.
Eny Wahyu Lestari, FAO Green for Riau Project Assistance
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan dalam mendukung pengembangan sub-national Forest Reference Emission Level (FREL) serta sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV) di Provinsi Riau sebagai bagian dari persiapan implementasi REDD+ yurisdiksional. Sebelumnya, ia memiliki pengalaman dalam penelitian karbon hutan dan agroforestri, pengelolaan data biodiversitas, serta mendukung kajian metodologi akuntansi karbon untuk program restorasi di Indonesia melalui kolaborasi dengan lembaga konservasi dan organisasi internasional.
Dr. Ati Dwi Nurhayati, S.Hut, M.Si, Tenaga Ahli Forest Fire Prevention
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan mendukung pengembangan strategi pengelolaan kebakaran hutan dan lahan terintegrasi, termasuk pemetaan risiko kebakaran gambut, penyusunan sistem peringatan dini berbasis hotspot dan curah hujan, serta integrasi data kebakaran dan emisi ke dalam sistem MRV dan pelaporan safeguards. Sebagai Associate Professor IPB University dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam riset dan pengendalian kebakaran hutan dan gambut, ia memiliki rekam jejak kuat dalam mitigasi emisi, pengembangan sistem monitoring kebakaran, serta penguatan kapasitas multipihak untuk mendukung target FOLU Net Sink 2030 dan implementasi REDD+.
Riko Wahyudi, Tenaga Ahli Benefit Sharing Plan
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan mendukung dan mendampingi perancangan mekanisme pembagian manfaat yang adil, transparan, dan operasional guna mendukung implementasi Jurisdictional REDD+ di Provinsi Riau. Sebelumnya, ia berpengalaman sebagai REDD+ Benefit Sharing Expert pada program BioCarbon Fund ISFL–World Bank serta berbagai inisiatif penguatan tata kelola dan pembiayaan karbon di tingkat subnasional.
Komunikasi
Iwan Setiawan, PM., Tenaga Ahli IT & System Development
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, ia berperan mendukung pengembangan dan operasionalisasi sistem digital untuk tata kelola JREDD+, termasuk perancangan mekanisme pengaduan berbasis IT serta pengembangan dan integrasi Web GIS dashboard untuk monitoring dan pelaporan penurunan emisi. Sebelumnya, ia berpengalaman sebagai Geoinformatics Specialist dan System Analyst dalam pengembangan berbagai sistem informasi nasional (SIPSN, SIINSAN, SIH3, Web GIS), integrasi basis data lintas kementerian, serta pengembangan platform spasial dan dashboard berbasis cloud untuk instansi pemerintah dan lembaga internasional.
Sari Indriaty - Green Radio Line, Media Partnersip
Dalam pelaksanaan GREEN for Riau Initiative, Green Radio Line berperan mendukung kampanye publik melalui produksi dan publikasi podcast, artikel, serta promosi digital lintas platform untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pembangunan rendah karbon di Provinsi Riau. Sebagai media digital berbasis lingkungan dengan positioning Eco Lifestyle – Beyond the Limit, Green Radio Line memiliki pengalaman dalam kampanye, talkshow, webinar, dan kolaborasi multipihak melalui radio streaming, YouTube, Instagram, dan podcast untuk isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Tenaga Ahli Internasional
Kamran Hussain, Penasihat Teknis Regional (Pasar Karbon Hutan) - Asia Pasifik, UNEP
Kamran Hussain adalah warga negara Pakistan yang berbasis di Inggris dengan lebih dari 15 tahun pengalaman profesional di bidang kehutanan, mitigasi perubahan iklim, REDD+, akuntansi karbon terestrial, pasar karbon hutan, dan standar terkait baik kepatuhan maupun sukarela. Saat ini, ia bekerja dengan UNEP untuk Program UN-REDD sebagai Penasihat Teknis tentang Pasar Karbon Hutan untuk wilayah Asia-Pasifik, mendukung penyampaian bantuan teknis UN-REDD di Vietnam, Papua Nugini, Nepal, Laos, dan Indonesia. Sebelumnya, ia juga bekerja di Pakistan dan Sudan di mana ia berkesempatan memimpin pengembangan Rencana Aksi Nasional untuk Sistem Pemantauan Hutan Nasional. Ia adalah Profesional Bersertifikat di bidang Kehutanan Karbon dari Universitas Freiburg, Jerman dan memegang gelar lanjutan di bidang Akuntansi Karbon Terestrial dari Universitas California San Diego, AS.
Charlotte Hicks, UNEP-WCMC
Charlotte Hicks adalah Staf Teknis Senior di UNEP-WCMC, yang berspesialisasi dalam solusi berbasis alam, perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati. Dengan lebih dari satu dekade di UNEP-WCMC, ia telah mendukung negara-negara mitra REDD+ dalam berbagai manfaat, perlindungan, dan perencanaan spasial, sambil membangun kapasitas untuk pembangunan berkelanjutan dan konservasi. Kariernya mencakup peran di Bank Dunia, IUCN, dan ICEM, dengan pengalaman luas di seluruh Asia-Pasifik, Afrika, dan sekitarnya. Keahlian Charlotte menjembatani kebijakan konservasi, tata kelola hutan, dan manajemen keanekaragaman hayati, dengan pekerjaan lapangan di negara-negara termasuk Kamboja, Cina, Laos, Mongolia, Nigeria, dan Vietnam.
Maria Antonova, UNEP-WCMC
Maria Antonova adalah Staf Program di UNEP-World Conservation Monitoring Centre pada tim Solusi Berbasis Alam. Sebagai bagian dari UNEP-WCMC, ia mendukung program UN-REDD dan proyek-proyek lain yang berfokus pada potensi mitigasi iklim dari restorasi alam, pembiayaan karbon dan keanekaragaman hayati, serta topik-topik lain yang berada di persimpangan antara alam dan iklim. Ia memiliki gelar MSc di bidang biologi konservasi serta latar belakang di bidang hubungan internasional dan jurnalisme.