Pekanbaru, 24 Juni 2026 — GREEN for Riau Initiative bersama Dinas Perkebunan Provinsi Riau melakukan konsultasi teknis dalam rangka penyempurnaan Strategi dan Rencana Aksi Daerah REDD+ atau STRADA REDD+ Provinsi Riau.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau sebagai bagian dari koordinasi pelaksanaan GREEN for Riau di tingkat provinsi.

Konsultasi ini menjadi ruang untuk menyelaraskan arah STRADA REDD+ dengan kebijakan, data, serta kondisi sektor perkebunan di Provinsi Riau. Pertemuan ini juga memperkuat pemahaman bersama mengenai peran sektor perkebunan dalam mendukung pembangunan rendah emisi dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Memperkuat Penyusunan STRADA REDD+ secara Konsultatif

Danang K. S., Koordinator Riau GREEN for Riau Initiative, menyampaikan bahwa penyusunan STRADA REDD+ dilakukan secara konsultatif dengan melibatkan perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Menurutnya, masukan dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau penting agar strategi dan rencana aksi yang disusun dapat lebih relevan dengan kebutuhan daerah serta kondisi implementasi di lapangan.

Melalui proses konsultatif ini, STRADA REDD+ diharapkan tidak hanya menjadi dokumen strategis, tetapi juga dapat menjadi acuan implementasi yang selaras dengan kondisi sektor-sektor utama yang berkaitan dengan penggunaan lahan di Provinsi Riau.

Menjaga Keseimbangan Ekologis, Ekonomi, Sosial, dan Kelembagaan

Prof. Dr. Suwondo, tenaga ahli GREEN for Riau, memaparkan perkembangan penyusunan STRADA REDD+ serta arah strategi yang sedang dikembangkan.

Ia menekankan bahwa STRADA REDD+ diarahkan untuk memperkuat tata kelola hutan dan lahan, mendukung pembangunan rendah emisi, serta menjaga keseimbangan antara aspek ekologis, ekonomi, sosial, dan kelembagaan.

Pendekatan tersebut penting agar implementasi REDD+ di Provinsi Riau dapat berjalan secara realistis, terukur, dan sesuai dengan konteks pembangunan daerah.

Peran Sektor Perkebunan dalam Pembangunan Rendah Emisi

Dinas Perkebunan Provinsi Riau, melalui Vera Virgianti, Kepala Bidang Produksi Perkebunan, menyampaikan bahwa sektor perkebunan memiliki komitmen untuk mendukung pengelolaan perkebunan yang lebih berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya penyusunan strategi yang mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan, keberagaman kelembagaan pekebun, serta kebutuhan sinkronisasi antara kebijakan dan implementasi di tingkat tapak.

Sementara itu, Riko Hernorizal, Plt. Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Penyuluhan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, menyampaikan dukungan terhadap kebutuhan data dalam proses penyusunan STRADA REDD+, termasuk data terkait perizinan dan informasi pendukung lainnya yang relevan dengan sektor perkebunan.

Dukungan data dari sektor perkebunan menjadi bagian penting untuk memastikan strategi dan rencana aksi yang disusun memiliki dasar informasi yang lebih kuat, terutama dalam mengidentifikasi tantangan, peluang, dan kebutuhan intervensi pada sektor penggunaan lahan.

STRADA REDD+ sebagai Instrumen Bersama

Perwakilan DLHK Provinsi Riau menekankan bahwa STRADA REDD+ perlu menjadi instrumen bersama yang tidak berjalan secara sektoral, melainkan mengarah pada tujuan pembangunan daerah yang lebih terintegrasi.

Dengan pendekatan lintas sektor, STRADA REDD+ diharapkan dapat mendukung penguatan tata kelola hutan dan lahan, pengurangan emisi, perlindungan ekosistem, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Diskusi berlangsung secara konstruktif dengan menekankan pentingnya kolaborasi, penyelarasan data, serta penguatan tata kelola hutan dan lahan. Seluruh masukan yang diperoleh akan menjadi bahan penyempurnaan dokumen STRADA REDD+ sebelum difinalisasi.

Melalui konsultasi bersama Dinas Perkebunan Provinsi Riau ini, GREEN for Riau Initiative terus mendukung Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkuat sinergi lintas sektor, mendorong pembangunan rendah emisi, serta membangun implementasi REDD+ yang kredibel, inklusif, dan berkelanjutan.