Capaian Syahrial Abdi pada ADLGA 2026 menegaskan pentingnya kepemimpinan, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan daerah.
PEKANBARU, 15 Oktober 2026 — Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi, MP, MSi, meraih peringkat pertama kategori provinsi dalam ajang Askompsi Digital Leadership Government Awards (ADLGA) 2026, sebuah penghargaan nasional yang diberikan atas komitmen kepemimpinan dalam mendorong transformasi digital pemerintahan daerah.
Penghargaan diserahkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Raden Gani Muhammad, di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Oktober 2026. ADLGA diselenggarakan oleh Asosiasi Diskominfo Provinsi Seluruh Indonesia (Askompsi) untuk mengapresiasi kepemimpinan daerah dalam mempercepat digitalisasi pemerintahan.
Capaian tersebut mencerminkan langkah Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkuat transformasi digital pada berbagai sektor pemerintahan dan pelayanan publik. Penerapan digitalisasi di lingkungan Pemprov Riau telah menjangkau administrasi aparatur sipil negara, pelayanan rumah sakit, perizinan, hingga perpajakan. Syahrial Abdi menekankan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dukungan pemerintah provinsi daerah serta kolaborasi seluruh perangkat daerah dalam menjalankan transformasi digital.
Penguatan tata kelola berbasis digital menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan rendah emisi dan pengelolaan sumber daya alam yang semakin efektif. Transformasi digital dapat memperkuat ketersediaan dan keterhubungan data, meningkatkan transparansi, serta mendukung pengambilan keputusan dan koordinasi lintas sektor yang berbasis bukti.
Hal tersebut relevan dengan upaya membangun tata kelola REDD+ yurisdiksi di Riau yang membutuhkan kolaborasi multipihak serta sistem informasi dan data yang andal. Pengelolaan hutan dan lahan, pemantauan emisi, safeguards, pembagian manfaat, hingga perencanaan pembangunan membutuhkan dukungan data yang terintegrasi agar kebijakan dapat diterjemahkan menjadi tindakan yang terukur dan tepat sasaran.
Dalam penyelenggaraan ADLGA 2026, pemerintah pusat juga menekankan bahwa transformasi digital bukan sekadar pengembangan aplikasi, tetapi instrumen untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan ketepatan program pembangunan, mempercepat birokrasi, dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih efisien. Askompsi turut menekankan pentingnya kolaborasi serta manfaat nyata digitalisasi bagi masyarakat sebagai ukuran kepemimpinan digital.
Capaian tersebut juga membuka peluang penguatan kapasitas lebih lanjut. Seusai menerima penghargaan, Syahrial Abdi mendapat undangan dari LS Ware Inc., perusahaan teknologi asal Korea Selatan, untuk mengikuti program peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi, khususnya keamanan siber, di Korea Selatan.
Program yang dikembangkan bersama Askompsi tersebut mencakup seminar, bimbingan teknis, dan lokakarya terkait keamanan siber.
Penguatan keamanan informasi menjadi semakin penting seiring meningkatnya penggunaan sistem digital dalam pemerintahan. Infrastruktur digital yang aman dan andal diperlukan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga untuk menjaga integritas data yang menjadi dasar perencanaan, pemantauan, evaluasi, dan pengambilan keputusan pembangunan.
Melalui semangat kolaborasi yang sama dapat mendorong pemanfaatan data, pengetahuan, dan teknologi untuk memperkuat tata kelola pembangunan hijau di Provinsi Riau. Kepemimpinan yang mampu menghubungkan inovasi digital dengan kebutuhan pembangunan daerah menjadi modal penting untuk memastikan transformasi menuju pembangunan rendah emisi berlangsung secara transparan, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.