Pekanbaru, 30 April 2026 — Lebih dari 60 civitas akademika Program Pascasarjana Universitas Riau (UNRI) memadati Aula Gedung Pascasarjana pada Kamis (30/4) sore dalam kegiatan “GREEN Goes to Campus”, sebuah forum kolaboratif yang menegaskan peran strategis kampus dalam mendukung mitigasi perubahan iklim berbasis pengelolaan hutan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi ruang temu antara akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat pemahaman sekaligus mendorong aksi nyata dalam pendekatan Jurisdictional Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD+), sebuah pendekatan lanskap yang menargetkan penurunan emisi secara menyeluruh di tingkat kabupaten dan provinsi.
Acara dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Pascasarjana UNRI, Prof. Dr. Yusmarini, yang menekankan pentingnya kontribusi akademisi dalam menjawab tantangan krisis iklim. Dalam sesi utama, Bapak Danang KS, Koordinator UNEP Propinsi Riau, memaparkan inisiatif GREEN for Riau, program strategis yang dirancang untuk menurunkan emisi gas rumah kaca melalui tata kelola hutan yang berkeadilan dan berbasis yurisdiksi.
“GREEN for Riau adalah upaya konkret merespons krisis iklim. Melalui pendekatan Jurisdictional REDD+, program tidak lagi berbicara tentang intervensi parsial di satu desa, tetapi bagaimana seluruh kabupaten hingga provinsi bergerak serentak menurunkan emisi dari deforestasi,” ujarnya.
Lebih dari sekadar forum diseminasi, kegiatan ini secara eksplisit mendorong keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa dalam mengisi ruang-ruang strategis, mulai dari penelitian, penguatan kebijakan, hingga pendampingan teknis di tingkat tapak. Koordinator kegiatan, Budijono, S.Pj., M.Sc., menyoroti kesenjangan yang selama ini terjadi antara hasil riset akademik dan pengambilan kebijakan. “Kampus memiliki kapasitas riset yang kuat dan dapat menjadi mitra kritis bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pembangunan rendah karbon. Namun, data dan rekomendasi akademik seringkali belum menjangkau meja kebijakan. Forum ini diharapkan menjadi jembatan permanen antara akademisi dan pengambil keputusan,” ujarnya.
Diskusi interaktif yang menjadi puncak acara membuka peluang kolaborasi konkret antara institusi akademik dan para pemangku kepentingan. Sejumlah gagasan strategis mengemuka, termasuk pengembangan topik tesis berbasis Jurisdictional REDD+, penguatan peran kampus dalam sistem pemantauan dan evaluasi (MRV), serta inisiasi kampanye “Kampus Rendah Emisi” di lingkungan UNRI.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil diskusi melalui forum lanjutan dan penyusunan rencana aksi kolaboratif. Inisiatif ini diharapkan menjadi titik awal terbentuknya ekosistem pengetahuan yang lebih terhubung dengan praktik kebijakan dan implementasi di lapangan.
Dengan terselenggaranya “GREEN Goes to Campus”, sinergi antara dunia akademik dan pengambil kebijakan diharapkan semakin menguat dalam mendukung agenda mitigasi perubahan iklim berbasis pengelolaan hutan di Provinsi Riau.
