Deskripsi
Di tengah lebatnya kawasan hutan Rimbang Baling di Kabupaten Kampar, Desa Tanjung Belit perlahan menemukan cara baru menjaga alam sekaligus menghidupi masyarakatnya. Jika dahulu sebagian warga menggantungkan hidup dari menebang kayu di hutan, kini mereka mulai beralih menjadi pemandu wisata, pengelola camping ground hingga penjaga kawasan adat.
Perubahan itu tumbuh dari gerakan sederhana anak-anak muda desa yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Belit.
Bersama pemuda desa, ninik mamak dan masyarakat adat, mereka mulai membenahi destinasi wisata secara perlahan. Air Terjun Batu Dinding, Pulau Tonga hingga kawasan camping di sekitar Sungai Subayang dipoles dengan kemampuan seadanya. Semua dilakukan secara swadaya.
Dari uang tiket masuk dan parkir wisatawan, Pokdarwis menyisihkan sebagian pendapatan untuk memperbaiki jalan menuju lokasi wisata. Bahkan, mereka beberapa kali menyewa alat berat untuk memperbaiki akses menuju Air Terjun Batu Dinding.