Deskripsi
Dalam adat Melayu Riau, alam bukan sekadar warisan, melainkan amanah yang wajib dijaga. Falsafah “adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah” mengajarkan keselarasan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Sebagaimana pepatah Melayu: “Kalau tidak ada laut, hampalah perut; kalau tidak ada hutan, binasalah badan.”
Pesan tersebut disampaikan oleh Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), yang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan kehidupan di dalamnya.
Hutan bukan hanya kumpulan pepohonan. Hutan adalah rumah bagi berbagai makhluk hidup, seperti gajah, harimau, orangutan, serta beragam satwa dan tumbuhan lainnya. Karena itu, menjaga hutan dari kebakaran dan penebangan merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus melestarikan jati diri dan marwah orang Melayu.
Melalui pesan ini, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) turut menyampaikan dukungan terhadap GREEN for Riau dalam upaya melindungi alam dan menjaga hutan untuk kehidupan hari ini serta generasi mendatang.
Mari bersama menjaga hutan, menjaga alam, dan menjaga kehidupan.
Takkan Melayu Hilang di Bumi.
Salam takzim. 🌿
#GREENforRiau #JagaHutan #LindungiHutan #RiauHijau #LAMR